Rabu, 21 Maret 2012

Lagu 'Indonesia Pusaka' Pukau Publik Paris

Rabu, 21 Maret 2012 06:27 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pergelaran konser musik tradisional 'Sasando' yang diawali lagu 'Indonesia Pusaka', berhasil memukau seratusan undangan, termasuk di antaranya kalangan penggemar musik tradisional negeri di Paris.

"Pertunjukan musik Sasando yang dilakukan dalam format konser tunggal oleh musisi berbakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Jackob Bullan berlangsung secara interaktif," ujar Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Paris, Arifin Saiman, kepada ANTARA, Rabu (21/3).

Dikatakan, pertunjukan musik tradisional asal pulau Rote, NTT yang baru pertama kali diselenggarakan dalam sejarah KBRI Paris ini, bertujuan memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia, dalam hal ini keragaman alat musik khas Indonesia.

Selain 'Indonesia Pusaka', menurutnya, juga ditampilkan tembang-tembang pilihan, baik bernuansa daerah maupun populer, termasuk lagu-lagu asing. Karena sifatnya yang interaktif, lanjutnya, selama pergelaran para tamu undangan tidak jarang ikut bernyanyi bersama.

"Para tamu undangan mendapat kesempatan untuk mencoba memainkan alat musik unik yang mirip harpa ini," tuturnya.

Selain tampil di hadapan pengunjung pameran dan konser, Jackob Bullan juga diundang mengisi acara 'workshop' dengan tema 'Atelier Musical Folklorique de Sasando di Cit? de la Musique Paris'.

"Program 'Atelier Musical Folklorique de Sasando' tersebut diikuti sekitar 20 musisi berbakat Perancis yang belajar di lembaga musik bergengsi ini," ungkapnya.

Pada kesempatan ini, demikian Arifi Saiman, musisi Jackob Bullan tidak hanya menjelaskan secara rinci sejarah dan perkembangan musik Sasando dari masa ke masa.

"Namun juga berkesempatan mempertontonkan cara memainkan alat musik yang keberadaannya mulai terancam punah ini," katanya.

Dikatakan, para peserta yang sama sekali masih awam dengan jenis alat musik tradisional asal NTT ini tampak sangat antusias mengikuti program 'workshop' ini.

"Bahkan, beberapa dari mereka mengusulkan agar alat musik 'Sasando' dapat diperkenalkan dan diajarkan di lembaga-lembaga musik Perancis sebagaimana halnya gamelan Jawa dan gamelan Bali," ujarnya.

Dijelaskannya lagi, kunjungan musisi Jackob Bullan ke Perancis merupakan bagian dari misi promosi pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI pada pameran pariwisata 'Salon Mundial de Tourisme' (SMT) di Porte de Versailles, Paris baru baru ini.

Selama kegiatan pameran, menurutnya, Indonesia menampilkan sajian hiburan musik Sasando dan pergelaran tari tradisional Nusantara.

Khusus tarian tradisional, lanjutnya, Indonesia menampilkan sejumlah tarian daerah, yaitu tari Yapong, tari Piring, tari Samba, tari Panji Semirang, tari Jaipong, tari Taruna Jaya, tari Piring, dan tari topeng Pajegan.

"Selain itu, Indonesia juga berpartisipasi dalam acara bertajuk 'Un Grand Bataille Musicale Folklorique et Conviviale'. Acara 'perang' kesenian ini diikuti pula oleh Aljazair, Mauritius, dan Malaysia," urainya.

Disebutkannya, tari 'Yapong' yang mewakili Indonesia pada acara perang kesenian ini mendapat sambutan meriah dari para penonton.

"Tetapi, kehadiran musik Sasando memberikan makna dan nuansa tersendiri bagi keikutsertaan Indonesia pada pameran pariwisata 'Salon Mundial de Tourisme' (SMT) di Paris kali ini," katanya.

Peragaan alat musik Sasando yang masih asing di kalangan publik Perancis, demikian Arifi Saiman, mampu menarik perhatian para pengunjung pameran untuk datang dan singgah di stand Indonesia.

Di samping kekhasan alat musik, ujarnya 'Sasando' juga telah menarik perhatian pihak penyelenggara 'Gannat Festival'.

"Lalu mereka meminta Indonesia untuk dapat menghadirkan musisi Jackob Bullan dalam 'annat Festival' pada bulan Juli 2012 mendatang," kata Arifi Saiman.

referensi :
http://www.republika.co.id//berita/senggang/seni-budaya/12/03/21/m17iia-lagu-indonesia-pusaka-pukau-publik-paris

"Menurut pendapat saya, festival seperti ini harus lebih banyak diselenggarakan . Selain bertujuan untuk mempromosikan sektor pariwisata yang ada di Indonesia, cara ini juga dapat dijadikan sarana untuk memperkenalkan budaya milik Indonesia. Seperti kita tahu, bahwa banyak budaya Indonesia yang diakaui secara sepihak menjadi milik negara lain. Sambutan yang baik dari para pengunjung festival menunjukkan bahwa kita harusnya bangga terhadap budaya Indonesia yang sangat beragam dan berusaha menjaga serta melestarikannya agar generasi penerus masih dapat mengenal budaya Indonesia"

Kamis, 15 Maret 2012

toefl - tugas 1 bahasa inggris bisnis 2 #

YULIANTI PRATIWI - 3EB13 - 22209712

Exercise A
7.     With her purse in her hand ran through the door
The answer                          : WRONG
The reason                           : no subject
The correct answer           :
With her purse in her hand, she ran through the door


Exercise B
1.     During the meeting in the office discussed the schedule
The answer                          : WRONG
The reason                           : no subject
The correct answer           :
During the meeting in the office we discussed the schedule


TOEFL Exercise
2.     Early ………….. toes instead of hooves in their feet
a. horses     b. had horses   c. horses had     d. horses having

The answer                          : c. horses had
The reason                           : 
a. Horses : no subject
b. Had horses : salah struktur
d. Horses having : kata having memerlukan tobe 'are'
The correct answer           :
Early horses had toes instead of hooves on their feet

KETERANGAN
BLUE : ADVERD
RED : PREPOSITION
PURPLE : SUBJECT
PINK : VERB
ORANGE : NOUN

Selasa, 13 Maret 2012

Main Causes of Water Pollution

Today, the world is facing one of the most serious problems of humanity and other forms of life, pollution. It is a known fact that pollution is very rampant all over the globe. Just look around and you will see rivers, lakes, beaches that are murky, stinky, and lifeless. Plastic, empty cans, bottles, and other trash have replaced the fishes and other wonderful marine creatures that used to reside under water. Yet, when scarcity arises and when epidemics occur many point their fingers to others and turn their backs from the responsibility. But in fact there is no one else to blame but the people. Man is the main cause of water pollution.

People pollute the water with chemicals and other hazardous materials. People have no regard to water - their source of life. They do not realize that this once abundant resource is rapidly being contaminated due to their negligence and carelessness.

Waste disposal has always been a chronic problem, not only because of the quantity of wastes, but because of its kind and the inadequate provision for a good system and technology to address the problem. There are many sources of water pollution but it is not the source that is really causing the problem but the improper disposal of the pollutants. People resort to careless disposal because it is cheaper, more advantageous, or simply convenient to them.

When you are taking a bath using your favorite shampoo or whenever you wash your laundry using no other than the best detergent in town, it is certain that before buying those products you really never consider asking yourself whether their contents can harm the environment or not. What mattered more was the scent and softness of your hair and the clean comfort of your clothes. Instead of finding an environmental friendly product, you simply chose convenience and your satisfaction of meeting your interests. However, if you will support environmental friendly products and become more conscientious of how you can avoid contributing to water pollution, then the world has gotten rid of one polluter.

In the same way, if chemical factories are only equipped with better facilities that can release treated wastewater, there will be no harm done to the lakes or rivers where they dump their by products. If home owners associations will work to build and provide their subdivisions with sewage treatment facilities, eutrophication can be controlled and dying bodies of water will be spared. But as mentioned, polluters choose the easier way where they can save on operation costs and where they can rid themselves of the hassles of responsibility. Anyway, they are not affected by the effects of their misdeeds.

Aside from improper and careless waste disposal, another main cause of water pollution is toxic substances coming from industrial, agricultural and domestic use. Trace elements of lead, cadmium, mercury, dioxins are detected in different water sources which sometimes accumulate in the water supply causing health problems. These toxic substances come from industries such mining, power plants, automobile manufacturers and others that produce toxic substances leading to bodies of water. Apart from these industries, these toxic materials contaminate the water through accidents like chemical or oil spills.

One more main cause of water pollution is the presence of excessive nutrients in the water. Nitrogen and phosphorous compounds that generally come from sewage, fertilizers, and animal manure are good food sources of algae. Excess nutrients in water also result to excessive growth of algae that deprive aquatic plants and animals adequate levels of oxygen to survive. Because of this many aquatic organisms die and decay which aggravates the problem.

Lastly, another considerable main cause of water pollution is sedimentation. Although it is hard to imagine how soil particles can contribute to water pollution, but it does. When huge amount of solid particles accumulate in water, whether due to deforestation, farming, or soil erosion, the sediments cloud the spawning grounds of fishes leading to their gradual extinction.

Humans greatly affect the environment. People will either be heroes or villains of Mother Nature. Toxic substances, algal bloom, sedimentation are all end results of human activities. These pollutants are not the real evils of water pollution but the people behind every wrong disposal and negligence. Unless man realizes that it is not the prohibition of pollutants nor banning industrial productions that should be changed but the behavior and attitude he possesses towards his environment, the rivers, lakes, and other water systems have no hope to be saved.

ref :
http://www.bestglobalwarmingarticles.com/Article/pollution----Main-Causes-of-Water-Pollution-/4128


my opinion : water is the important things that people needs. We needs water for our activity everyday. Imposible that people can live with water. I think, water pollution caused by the wrath of the habit of human beings. There are kind of factor that can be causes of the pollution like the example above. Now, everyone should have the awareness to keep the environment, so that the next generation , can still felt the water are health.

10 tips for healty life

Experts agree the key to healthy eating is the time-tested advice of balance, variety and moderation. In short, that means eating a wide variety of foods without getting too many calories or too much of any one nutrient. These 10 tips can help you follow that advice while still enjoying the foods you eat.
• Eat a variety of nutrient-rich foods. You need more than 40 different nutrients for good health, and no single food supplies them all. Your daily food selection should include bread and other whole-grain products; fruits; vegetables; dairy products; and meat, poultry, fish and other protein foods. How much you should eat depends on your calorie needs. Use the Food Guide Pyramid and the Nutrition Facts panel on food labels as handy references.

• Enjoy plenty of whole grains, fruits and vegetables. Surveys show most Americans don't eat enough of these foods. Do you eat 6-11 servings from the bread, rice, cereal and pasta group, 3 of which should be whole grains? Do you eat 2-4 servings of fruit and 3-5 servings of vegetables? If you don't enjoy some of these at first, give them another chance. Look through cookbooks for tasty ways to prepare unfamiliar foods.

• Maintain a healthy weight. The weight that's right for you depends on many factors including your sex, height, age and heredity. Excess body fat increases your chances for high blood pressure, heart disease, stroke, diabetes, some types of cancer and other illnesses. But being too thin can increase your risk for osteoporosis, menstrual irregularities and other health problems. If you're constantly losing and regaining weight, a registered dietitian can help you develop sensible eating habits for successful weight management. Regular exercise is also important to maintaining a healthy weight.

• Eat moderate portions. If you keep portion sizes reasonable, it's easier to eat the foods you want and stay healthy. Did you know the recommended serving of cooked meat is 3 ounces, similar in size to a deck of playing cards? A medium piece of fruit is 1 serving and a cup of pasta equals 2 servings. A pint of ice cream contains 4 servings. Refer to the Food Guide Pyramid for information on recommended serving sizes.

• Eat regular meals. Skipping meals can lead to out-of-control hunger, often resulting in overeating. When you're very hungry, it's also tempting to forget about good nutrition. Snacking between meals can help curb hunger, but don't eat so much that your snack becomes an entire meal.

• Reduce, don't eliminate certain foods. Most people eat for pleasure as well as nutrition. If your favorite foods are high in fat, salt or sugar, the key is moderating how much of these foods you eat and how often you eat them.
Identify major sources of these ingredients in your diet and make changes, if necessary. Adults who eat high-fat meats or whole-milk dairy products at every meal are probably eating too much fat. Use the Nutrition Facts panel on the food label to help balance your choices.
Choosing skim or low-fat dairy products and lean cuts of meat such as flank steak and beef round can reduce fat intake significantly.
If you love fried chicken, however, you don't have to give it up. Just eat it less often. When dining out, share it with a friend, ask for a take-home bag or a smaller portion.
• Balance your food choices over time. Not every food has to be "perfect." When eating a food high in fat, salt or sugar, select other foods that are low in these ingredients. If you miss out on any food group one day, make up for it the next. Your food choices over several days should fit together into a healthy pattern.

• Know your diet pitfalls. To improve your eating habits, you first have to know what's wrong with them. Write down everything you eat for three days. Then check your list according to the rest of these tips. Do you add a lot of butter, creamy sauces or salad dressings? Rather than eliminating these foods, just cut back your portions. Are you getting enough fruits and vegetables? If not, you may be missing out on vital nutrients.

• Make changes gradually. Just as there are no "superfoods" or easy answers to a healthy diet, don't expect to totally revamp your eating habits overnight. Changing too much, too fast can get in the way of success. Begin to remedy excesses or deficiencies with modest changes that can add up to positive, lifelong eating habits. For instance, if you don't like the taste of skim milk, try low-fat. Eventually you may find you like skim, too.

• Remember, foods are not good or bad. Select foods based on your total eating patterns, not whether any individual food is "good" or "bad." Don't feel guilty if you love foods such as apple pie, potato chips, candy bars or ice cream. Eat them in moderation, and choose other foods to provide the balance and variety that are vital to good health.

ref : http://www.realtime.net/anr/10eattip.html


my opinion : health is an important point that must be taken care of any person. Sometimes people like to forget about health. Moreover , if already affected by lifestyle that 's not healthy . I think , tips above very good to by tried out, because the tips are presented is very complete and may be to believe.

Sabtu, 19 November 2011

Penalaran Deduktif

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.
• Metode deduktif, yaitu metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
• Metode induktif, yaitu metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.

Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum, lawannya induksi (Kamus Umum Bahasa Indonesia hal 273 W.J.S.Poerwadarminta. Balai Pustaka 2006)

Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. (Filsafat Ilmu.hal 48-49 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. (www.id.wikipedia.com).

Contoh :
Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas.

Corak berpikir deduktif: silogisme kategorial, silogisme hipotetis, silogisme disjungtif atau silogisme alternatif, entimen, rantai deduksi.

Silogisme adalah suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi ketiga.

Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Contoh:
Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
Akasia membutuhkan air (Konklusi)

Hukum-hukum Silogisme Katagorik.
-- Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
-- Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
-- Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.
-- Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.
-- Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.
-- Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.
-- Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.
-- Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.

Silogisme Hipotetik
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
*Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh:
Jika hujan saya naik becak.(mayor)
Sekarang hujan.(minor)
Saya naik becak (konklusi).
*Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
Contoh:
Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
Sekarang bumi telah basah (minor).
Hujan telah turun (konklusi)
*Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
Contoh:
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
Kegelisahan tidak akan timbul.
*Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Contoh
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
Pihak penguasa tidak gelisah.
Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
*Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh:
Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Nenek Sumi berada di Bandung.
Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
Contoh entimen:
--Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
--Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

Rantai Deduktif
Penalaran yang deduktif dapat berlangsung lebih informal dari entimem. Orang tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula berupa merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk yang informal.
Contoh :
Semua buah belimbing masam rasanya. (hasil generalisasi)
Kali ini saya diberi lagi buah belimbing.
Sebab it, buah belimbing ini juga pasti masam rasanya. (deduksi)

Saya tidak suka akan buah-buahan yang masam rasanya. (induksi: generalisasi)
Ini adalah buah belimbing masam.
Sebab it, saya tidak suka buah belimbing ini (deduksi)

Saya tidak suka makan apa saja, yang tidak saya senangi (induksi: generalisasi)
Saya tidak suka buah ini.
Sebab it saya tidak akan memakannya. (deduksi)

referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://filsafat.kompasiana.com/2010/08/22/nalar-induktif-dan-nalar-deduktif/
http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme
ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18040/Deduksi.ppt

Kamis, 13 Oktober 2011

artikel lingkungan

80% Global Warming disebabkan Hewan Ternak


Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, pada November 2006 PBB telah merilis laporan mengejutkan yang berhasil membuka mata dunia bahwa ternyata 18% dari emisi gas rumah kaca datang dari aktifitas pemeliharaan ayam, sapi, babi, dan hewan-hewan ternak lainnya. Di sisi lain, mobil, sepeda motor, truk-truk besar, pesawat terbang, dan semua sarana transportasi lainnya yang bisa Anda sebutkan hanya menyumbang 13% emisi gas rumah kaca. Bayangkanlah kenyataan ini: Ternyata penghasil utama emisi gas berbahaya yang mengancam kehidupan planet kita saat ini bukanlah mobil, sepeda motor, ataupun truk dan bus dengan polusinya yang menjengkelkan Anda. Tetapi emisi berbahaya itu datang dari sesuatu yang nampak sederhana, tidak berdaya, dan nampak lezat di meja makan Anda. Yaitu daging!

Mungkin bagi Anda hal ini sangat berlebihan. Tetapi ketahuilah bahwa laporan ini bukan dirilis oleh sekelompok ilmuwan paranoid yang tidak kompeten, ataupun peneliti dari tingkat universitas lokal. Laporan ini dirilis langsung oleh PBB melalui FAO (Food and Agriculture Organization—Organisasi Pangan dan Pertanian). Tentu agak sulit membayangkan bagaimana mungkin seekor anak ayam yang terlahir dari telurnya yang begitu rapuh, yang terlihat begitu kecil dibandingkan luasnya planet ini, bisa memberikan pengaruh yang begitu besar pada perubahan iklim. Jawabannya adalah pada jumlah mereka mereka yang luar biasa banyak. Amerika Serikat saja menjagal tidak kurang dari 10 miliar hewan darat setiap tahunnya (tidak termasuk ikan dan hewan laut lainnya). Bayangkan berapa banyak jumlahnya bila digabungkan dengan seluruh dunia.

1. Pemeliharaan hewan ternak memerlukan energi listrik untuk lampu-lampu dan peralatan pendukung peternakan, mulai dari penghangat ruangan, mesin pemotong, dll. Salah satu inefisiensi listrik terbesar adalah dari mesin-mesin pendingin untuk penyimpanan daging. Baik yang ada di peternakan maupun yang ada di titik-titik perhentian (distributor, pengecer, rumah makan, pasar, dll) sebelum daging tersebut tiba di rumah/piring makan Anda. Anda tentu tahu bahwa mesin-mesin pendingin adalah peralatan elektronik yang sangat boros listrik/energi.

2. Transportasi yang digunakan, baik untuk mengangkut ternak, makanan ternak, sampai dengan elemen pendukung peternakan lainnya (obat-obatan dll) menghasilkan emisi karbon yang signifikan.

3. Peternakan menyedot begitu banyak sumber daya pendukung lainnya, mulai dari pakan ternak hingga obat-obatan dan hormon untuk mempercepat pertumbuhan. Mungkin sepintas terlihat seperti pendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi dapatkah Anda membayangkan berapa banyak lagi emisi yang dihasilkan tiap industri pendukung tersebut? Perekonomian yang maju tidak ada lagi artinya kalau planet kita hancur! Masih banyak sektor-sektor industri ramah lingkungan yang bisa dikembangkan di dunia ini. Jadi mengapa harus mengembangkan sektor yang membahayakan kehidupan kita semua?



4. Peternakan membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Demi pembukaan lahan peternakan, begitu banyak hutan hujan yang dikorbankan. Hal ini masih diperparah lagi dengan banyaknya hutan yang juga dirusak untuk menanam pakan ternak tersebut (gandum, rumput, dll). Padahal akan jauh lebih efisien bila tanaman tersebut diberikan langsung kepada manusia. Peternakan sapi saja telah menyedot makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori 8,7 miliar orang! Lebih dari jumlah populasi manusia di dunia. KELAPARAN DUNIA TIDAK AKAN TERJADI JIKA SEMUA ORANG BERVEGETARIAN. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seorang vegetarian menyelamatkan hingga setengah hektar pepohonan setiap tahunnya! Hutan hujan tropis mengalami penggundulan besar-besaran untuk menyediakan lahan peternakan. Lima puluh lima kaki persegi hutan tropis dihancurkan hanya untuk menghasilkan satu ons burger! Perusakan hutan sama dengan memperparah efek pemanasan global karena CO2 yang tersimpan dalam tanaman akan terlepaskan ke atmosfer bersamaan dengan matinya tanaman tersebut.

5. Hewan-hewan ternak seperti sapi adalah polutan metana yang signifikan. Sapi secara alamiah akan melepaskan metana dari dalam perutnya selama proses mencerna makanan (kita mengenalinya sebagai bersendawa—glegekan kata orang jawa). Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca yang 23 kali lebih buruk dari CO2. Dan miliaran hewan-hewan ternak di seluruh dunia setiap harinya melakukan proses ini yang pada akhirnya menjadi polutan gas rumah kaca yang signifikan. Tidak kurang dari 100 milliar ton metana dihasilkan sektor peternakan setiap tahunnya!

6. Limbah berupa kotoran ternak mengandung senyawa NO (Nitrogen Oksida) yang notabene 300 kali lebih berbahaya dibandingkan CO2. Pertanyaannya adalah: Memangnya seberapa banyak kotoran ternak yang ada? Di Amerika Serikat saja, hewan ternak menghasilkan tidak kurang dari 39,5 ton kotoran per detik! Bayangkan berapa banyak jumlah tersebut di seluruh dunia! Jumlah yang luar biasa besar itu membuat sebagian besar kotoran tidak dapat di proses lebih lanjut menjadi pupuk atau hal-hal berguna lainnya, akhirnya yang dilakukan oleh pelaku industri peternakan modern adalah membuangnya ke sungai atau ke tempat-tempat lain yang akhirnya meracuni tanah dan sumber-sumber air. Kontribusi gas NO dari sektor peternakan sangatlah signifikan!



Sumber : http://gogreenindonesia.blogspot.com/2011/02/80-global-warming-disebabkan-hewan.html


--Yulianti Pratiwi--

PENALARAN INDUKTIF

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.
• Metode deduktif, yaitu metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
• Metode induktif, yaitu metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.

Penalaran induktif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Dalam arti lain menyebutkan penalaran induktif yaitu mengamati secara langsung. Sedangkan menurut Suriasumantri (dalam Shofiah, 2007 :15) penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan yang umum atau dasar pengetahuan tentang hal-hal yang khusus. Artinya,dari fakta-fakta yang ada dapat ditarik suatu kesimpulan. Kesimpulan umum yang diperoleh melalui suatu penalaran induktif ini bukan merupakan bukti. Hal tersebut dikarenakan aturan umum yang diperoleh dari pemeriksaan beberapa contoh khusus yang benar, belum tentu berlaku untuk semua kasus.

Jenis-jenis penalaran induktif
1.Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contoh:
Pato adalah pemain sepak bola berskill tinggi
Robinho adalah pemain sepak bola berskill tinggi
Generalisasi : Semua pemain sepak bola Brazil berskill tinggi. Pernyataan “Semua pemain sepak bola Brazil berskill tinggi” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.

Macam-macam generalisasi:
•Generalisasi sempurna/Tanpa loncatan induktif, yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
•Generalisasi tidak sempurna/Loncatan induktif, yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.

Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

2. Analogi adalah cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Tujuan analogi antara lain : meramalkan kesamaan, menyingkap kekeliruan, menyusun sebuah klarifikasi
Contoh :
Seorang anak yang baru lahir masih suci. Baik buruknya anak tersebut kelak antara lain bergantung pada bagaimana cara oran tua mendidiknya, pengaruh orang-orang terdekat dan lingkungannya. Demikian pula kertas putih yang belum bernoda, akan menjadi apa kertas tersebut tergantung pada apa yang akan kita goreskan pada kertas putih tersebut

3. Hubungan Kausal (sebab akibat) adalah hubungan keterkaitan atau ketergantungan dari dua realitas, konsep, gagaasan, ide, atau permasalahan.
Tujuan kausal terdapat dalam Hubungan Kausal Dapat berlangsung dalam tiga pola :
• Sebab ke akibat
Dari peristiwa yang dianggap sebagai sebab menuju kesimpulan sebagai efek.
• Akibat ke sebab
Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat menuju sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat.
• Akibat ke akibat
Dari akibat ke akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://wikiberita.net/sitemap/t-166340.html
http://carapedia.com/paragraf_analogi_info697.html
http://andriksupriadi.wordpress.com/2010/04/03/hubungan-kausal/
http://okkiprasetio.blogspot.com/2011/03/penalaran-induktif.html


--Yulianti Pratiwi--